4 Kecamatan Potensi Hujan Abu, Situbondo dan Bondowoso Juga Terdampak

SONGGON – Meski aktivitas erupsi Gunung Raung sudah menurun, namun semburan abu vulkanik masih terus muncul dari puncak kawah kemarin (18/2). Asap berwarna kelabu kehitaman mengarah ke timur laut dengan ketinggian 500 meter hingga 1.000 meter.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Raung Mukijo mengatakan, saat ini visual gunung dengan ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu terlihat jelas. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, sedangkan suhu udara antara 18 hingga 40 derajat Celcius. Asap kawah bertekanan lemah, teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi mulai 500 meter hingga 1.000 meter di atas puncak kawah. ”Kepulan abu vulkanik tidak menerus, sesekali mengepul dan masih mengarah ke timur laut,” ujarnya.

Untuk kegempaan tektonik jauh berjumlah 1, amplitudo 13 mm, S-P 27 detik, dengan durasi 126 detik. Untuk tremor menerus terekam dengan amplitudo antara 1–5 mm dengan dominan 1 mm. ”Untuk pantulan cahaya api maupun suara gemuruh sudah tidak teramati lagi,” katanya.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Beni Gumintar mengatakan, saat ini sebaran abu vulkanik dari Gunung Raung masih terpantau mengarah ke timur laut. Sedangkan kecepatan angin sekitar 20 knot. ”Ada empat kecamatan berpotensi terdampak,” terangnya.

Beni menyebut, empat kecamatan yang terdampak sebaran abu vulkanik yang kini mengarah ke timur laut itu, yakni Kecamatan Songgon, Licin, Kalipuro, dan Wongsorejo. ”Sebagian wilayah Kabupaten Situbondo dan Bondowoso juga berpotensi terdampak abu vulkanik,” katanya.

Untuk sebaran abu vulkanik, imbuh Beni, tingkat ketebalannya masih tipis. Diharapkan masyarakat tetap memakai masker dan kacamata untuk menghindari iritasi abu vulkanik. ”Semua tetap waspada, jangan lupa pakai masker dan kacamata,” pintanya. (kri/abi/c1)

(bw/kri/als/JPR)